Pusaka Sakti Tokoh Pewayangan, PANAH PASOPATI

- October 17, 2019
Pusaka Sakti Tokoh Pewayangan - PANAH PASOPATI

Pusaka adalah suatu istilah yang di gunakan untuk menyebutkan suatu benda yang di anggap sakti atau keramat. Biasanya benda-benda yang di anggap keramat di sini umumnya adalah benda warisan yang secara turun-temurun di wariskan oleh nenk moyang atau pendahulu sebelumnya, misalnya dalam lingkup keraton, orang-orang jaman dulu yang ada di suatu tempat yang di tuakan atau orang yang di tuakan dalam sebuah desa biasanya memiliki benda pusaka. Dalam Kisah Pewayangan juga di ceritakan banyak sekali senjata atau Pusaka yang tak kalah saktinya atau keramatnya dengan senjata-senjata yang ada di jaman sekarang ini, untuk lebih jelasnya mari kita simak penjelasan singkat tentang pusaka wayang berikut ini.

PUSAKA WAYANG - PANAH PASOPATI

Pasopati : PASO artinya Tepat. PATI artinya Mati. Jadi panah pasopati jika mengenai musuh atau lawan yang berupa Raksasa, Kesatria ataupun Saudara, Pastilah lawan tersebut menemui ajalnya.
Panah Pasopati diberikan oleh batara guru, saat arjuna melakukan tapa pada lakon arjunawiwaha. panah tersebut digunakan arjuna untuk membunuh raja raksasa yaitu Niwatacaraka yang ingin mempersunting Dewi Supraba, selain itu digunakan untuk membunuh jayadarta dan Adipati Karna.

Dikutip dari Wikipedia bahwa namnya bukan Posapati tetapi Pasupati berikut ini penjelasannya.
Pasupati (senjata penguasa segala satwa) dalam kisah Mahabharata adalah panah sakti yang oleh Dewa Siwa dianugerahkan kepada Arjuna setelah berhasil dalam laku tapanya di Indrakila yang terjadi saat Pandawa menjalani hukuman buang selama dua belas tahun dalam hutan. Panah yang berujung bulan sabit ini pernah digunakan oleh Siwa saat menghancurkan Tripura, tiga kota kaum Asura yang selalu mengancam para dewa. Dengan panah ini pula Arjuna membinasakan Prabu Niwatakawaca.

Dalam perang Bharatayuddha, Arjuna menggunakan panah ini untuk mengalahkan musuh-musuhnya, antara lain Jayadrata dan Karna yang dipenggalnya dengan panah ini.

Arjuna memperoleh senjata Pasupati pada masa pembuangan selama 12 tahun. Ia melakukan pertapaan di gunung Meru, tempat Dewa Siwa bersemayam. Selama dalam pertapaan ia bertahan dari segala godaan kelaparan, kehausan, maupun godaan para bidadari yang dipimpin Dewi Supraba.

Pertapaan Arjuna kemudian terusik oleh seekor babi hutan yang merupakan jelmaan raksasa. Arjuna kemudian memutuskan untuk memburunya. Pada saat panah Arjuna mengenai babi tersebut dan membuatnya mati, muncullah pemburu lain yang menyatakan itu adalah panahnya. Maka kemudian Ia bertarung dengan sang pemburu, dimana Arjuna mengalami kekalahan. Sadarlah Ia bahwa pemburu tersebut adalah Dewa Siwa, yang telah menerima tapanya. Kemudian sang Dewa memberikan senjata Pasupati kepada Arjuna.


Add your message to every single people do comment here
EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search